Minggu, 18 Oktober 2015

Selfish

Assalamualaikum...
Hai hai hai...
Kali ini gue mau membahas tentang "SELFISH" atau bisa kita sebut dengan makna "Egois". Kita mulai dari makna sebenernya egois.
Istilah Egoisme berasal dari bahasa Yunani yakni ego yang berarti Diri atau Saya, dan -isme yang digunakan untuk menunjukan filsafat.
Egois atau istilah lainnya Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri, menempatkan diri ditengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain (Wikipedia).Dalam ilmu psikologi pengertiannya pun tidak jauh berbeda.
Gue yakin, kalian semua pasti punya rasa egois dalam diri kalian masing". Tapi menurut gue ada sifat egois yang masih termasuk dalam batas kewajaran di otak gue. Contoh setiap orang pasti akan muncul keegoisannya ketika mereka dalam situasi dan kondisi bahaya. Pastinya! Dalam kondisi ini siapa yang ga merasa egois untuk menyelamatkan diri masing-masing terlebih dahulu. Ini kan juga salah satu sifat egois "mementingkan diri sendiri". Ya, walaupun terkadang ada sebagian orang yang lebih mementingkan kondisi orang lain terlebih dahulu sebelum dirinya dan ini yang luar biasa! 
Bahkan gue percaya dan yakin kalian pasti dikelilingi sama orang-orang bersifat egois, entah keluarga, sahabat, teman, ataupun kekasih. Terkadang kalian pasti bisa memaklumi sifat ini. Sama halnya dengan gue. Gue bisa memaklumi sifat ini yang melekat di diri keluarga gue, sahabat, bahkan teman. Tapi terkadang ada saatnya sifat ini melewati batasannya. Ada saat-saat dimana pastinya kalian udah terlalu jengkel dengan keegoisan orang terdekat kaaaan?
Gue punya adek, luaaaaaaar biasa sekali ke egoisannya ini. Sebagai kakak yang baik hati pastinya gue sangat memaklumi sih. Dia adek gue satu-satu nya dan gue adalah kakak satu-satunya menurut dia (iyalaaaaaah). Walaupun terkadang gue bisa marah juga sama egoisnya yang kebangetan itu.
Sifat yang satu ini emang agak susah untuk dihilangkan, mungkin banyak faktor yang menyebabkan seseorang terlalu egois, bahkan dia ga sadar keegoisannya justru merugikan orang lain. Yaaap, orang-orang macam ini menurut gue butuh waktu agar mereka bisa sadar dari koma nya hahahaha.
Entahlah, sampai detik ini gue masih belom bisan menemukan alasan konkret kenapa segelintir orang punya sifat seperti ini. Karena keturunan? Gue rasa bukan, ini sifat alamiah manusia yang terlalu lama dibiarkan memupuk sehingga kelewat parah. Mungkin kalian punya jawaban buat pertanyaan gue ini. Ah satu hal lagi, gue juga ga ngerti gimana caranya menyembuhkan sifat egois yang kelewat parah ini. Biasanya gue ahli dalam memberi saran dan menerka sebuah alasan, tapi untuk yang satu ini gue belum bisa menemukan jawaban yang gue cari-cari hemmmm.. atau kalian punya solusi nya?
Orang-orang macam ini biasanya nunggu kepentok dulu, nunggu dimarahin dulu baru sadar, tapi susahnya mereka pasti akan kembali lagi dengan sifat seperti ini. Dikasih pengertian pun hemmmmm.. 
Ciri-cirinya emmmm... Kayak nya setiap orang punya ciri-ciri ke egoisan masing-masing, tergantung separah apa ke egoisannya. 
Intinya semua kembali sama diri masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar